Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

k a m u - 2

#2 Pernahkah aku katakan pada mereka bahwa tidak akan ada ‘kita’ di antara kamu dan aku. Bagaimana menjelaskannya ya. Sekarang aku sedang duduk di atas bangku, mendengarkan lagu bergenre ballad asal negeri ginseng sana. Bodohnya aku, aku duduk sendirian, menuliskan sesuatu yang berbau kamu, ditemani lagu yang cocok sekali untuk didengarkan oleh seorang yang patah hati. Aku tidak patah hati. Hati ku terjatuh dengan lembut padamu. Rasanya seperti terjatuh diatas marshmello yang siap menelanku kapan saja saking lembutnya. Aku mensyukuri apapun yang pernah terjadi di masa masa dahulu antara kamu dan aku. Meskipun sesuatu itu bukanlah sesuatu yang besar, tetap saja aku bersyukur. Aku berusaha berandai-andai jika dulu orangtuamu tidak memindahkan dirimu ke sekolah tempat ku menuntut ilmu, apa yang akan terjadi? Mungkinkah aku memiliki seseorang yang sudah menggandeng tanganku sekarang, atau mungkin aku malah mendamba-damba hati yang lain? Ya sudahlah. Nyatanya, sekarang ...

k a m u - 1

#1 Kamu pernah bercerita tentang mimpi-mimpimu. Tentang cita-cita dan begitu banyak harapanmu.  Kamu pernah berkata bahwa aku satu-satunya pendengar setiamu. Seseorang yang katamu rela mendengarkan keluh kesahmu sepanjang waktu. Ya, meskipun aku tidak mau mengakuinya, kebenaran kata-katamu menohok hatiku. Waktu itu, di pagi hari disertai awan kelabu. Aku pertama kali bertemu kamu. Aku melihatmu di sana. Mata kita sempat bertaut saat itu. Sebentar. Hanya sebentar. Lalu kamu kembali sibuk dengan teman teman sebayamu. Entah apa yang kamu bicarakan saat itu, aku tidak tahu. Dan mungkin saat itu juga aku memang tidak ingin tahu. Tidak ada bagian dirimu yang dapat  menarik hatiku saat itu. setelah melihatmu, aku melengos pergi tanpa ada niat ingin menoleh padamu lagi. Tapi tidak, bukan benci yang kurasa saat itu atau mungkin perasaan apapun yang mungkin kau sangka-sangka dariku. Aku takut. Keberadaanmu membuatku takut. Aku baru saja terjatuh pada orang yang salah. Lal...